abuabbad.com

Home » Hikmah » Maulid Nabi Muhammad Dan Pengidolaan Kaum Remaja

Maulid Nabi Muhammad Dan Pengidolaan Kaum Remaja

Menulislah dan rasakan berkahnya

bhayusulis.guru-indonesia.net

Blog GeSchool

Tim Marawis dan gema Shalawat

Tim Marawis dan gema Shalawat Maulid Nabi Muhammad

Bulan Rabi’ul Awal termasuk bulan yang meriah bagi ummat muslim. Setidaknya berbagai kebiasaan, adat, budaya dan sebagainya mewarnai kehidupan di lingkungan kita dalam rangka maulid nabi Muhammad SAW. Pengajian-pengajian umum dan tabligh akbar pun silih berganti antar masjid, musholla dan majlis ta’lim. Momentum maulid nabi Muhammad SAW bukan hanya untuk seremonial namun jauh dari itu harus dijadikan sebagai basis spiritual kita dalam meneladani sikap, perilaku dan akhlaq nabi Muhammad SAW. Banyak ayat yang menjelaskan betapa pentingnya dan harusnya kita menjadikan nabi Muhammad sebagai suri tauladan dari segala aspek.

Dalam peringatan maulid nabi Muhammad SAW 1436 H di sekolah saya beberapa hari yang lalu saya menyampaikan bahwa perayaan maulid Nabi harus dijadikan sebagai momen untuk bermuhasabah juga, khususnya dalam memilih dan mengambil figur idola bagi kita semua. Terlebih bagi siswa/siswi para remaja yang saat ini banyak keliru dalam mengidolakan tokoh. Sebagai muslim hendaknya kita menempatkan nabi Muhammad sebagai idola yang paling utama sebagai suri tauladan dalam kehidupan. Padahal dalam buku The 100 yang merupakan buku karya astrofisikawan seorang non-muslim Michael H. Hart, diterbitkan pada tahun 1978. Buku ini memuat 100 tokoh yang ia rasa memiliki pengaruh paling besar dan paling kuat dalam sejarah manusia. Dia menuliskannya dengan menempatkan nabi Muhammad SAW dinomor urut pertama.

Pembacaan kisah nabi Muhammad SAW (rawi)

Pembacaan kisah nabi Muhammad SAW (rawi)

Para pengisi acara dan penceramah

Para pengisi acara dan penceramah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ustadz H. Daniel Aminuddin Muchtar bertugas sebagai penceramah dalam peringatan maulid menyampaikan pentingnya menjadikan momen maulid nabi untuk mengikuti jejak perjuangan dan perilaku kasih sayang nabi Muhammad SAW sebagaimana terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Fath ayat 29 yang artinya: Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: