abuabbad.com

Home » apah bae » Catatan Perjalanan Menghadiri MILAD XI IKAMASI-JOGJA (Part 2-End)

Catatan Perjalanan Menghadiri MILAD XI IKAMASI-JOGJA (Part 2-End)

Menulislah dan rasakan berkahnya

bhayusulis.guru-indonesia.net

Blog GeSchool

Minggu (26/05/13) pukul 06.40 pagi saya terbangun dari tidur setelah dini hari selesai nobar final champion dengan teman-teman IKAMASI di halaman sekret(ariat). Pastinya bangun pagi langsung seger karena pilihan saya Muenchen menang tipis dan dramatis. Saya tidur di kamar belakang (kamar ketum yang baru) karena kebagiannya tinggal di belakang sedangkan kamar depan (kamar saya dulu waktu jadi ketum) udah penuh duluan ditempati teman-teman yang nggak ikut nobar karena kecapean. Seketika memori saya akan beberapa tahun silam pun kembali terekam, ya maklum saja karena hampir 2 tahun ketika jadi ketum IKAMASI saya tinggal di sekret, salah satu kewajiban pengurus yang termaktub di dalam AD/ART. Banyak kenangan di sekret yang pastinya penuh suka duka, susah senang bareng-bareng deh (kalo kata slank makan nggak makan asal kumpul). Saya selalu teringat pesan salah satu sesepuh IKAMASI dulu katanya; “kagak usah takut kelaperan kalo gabung di IKAMASI”. Weeh, sebegitunya kah? Ya, itu seperti adagium yang menjelma menjadi sugesti gitu bagi kaum “proletar” di IKAMASI. Heee… termasuk saya saat baru bergabung di IKAMASI mungkin berada di barisan kaum proletar. Kalo lagi nggak ada duit buat makan ke sekret aja insya Allah tetep laper. heee… tapi selalu ada aja yang berbagi di kala susah, minimal makan nasi sebungkus rame-rame. Jangan salah looh, sensasi makan bareng sebungkus nasi rame-rame itu epic banget, cetar membahana gitu terpampang nyata melintasi katulistiwa, halaahhh…:)

Lanjut ke suasana pagi itu, setelah bangun tidur dan cuci muka kucek-kucek mata saya melihat beberapa sudut sekret sampai ke depan sekret. Sudah banyak perubahan yang pastinya tambah rapih dan nyaman. Pagar sudah terpasang dan plang domisili pun terpampang nyata. Saya ingat dulu ketika pertama kali berkunjung ke sekret di semester pertama saya kuliah. Cerita memorian saya di sekret silahkan baca disana. Setelah saya melihat-lihat suasana ruangan akhirnya saya keluar sekret untuk senam-senam dikit (gayanya…), sambil photo di depan sekret. Terlihat si Ibon udah bangun dan langsung nyeduh kopi. Sedap betul deh langsung aja kita ngupi (kalo kata Bodong “Jantuk” diuyup keja sriitiitt…). Ngobrol-ngobrol sambil nyantai depan sekret di pagi hari itu mengingatkan saya lagi akan “ritual” para penghuni sekret tempo doeloe. Macem-macem isi ritualnya, ada yang godain mahasiswi yang lewat pagi-pagi udah rapih wangi mau berangkat kuliah, ada yang baru nyuci terus jemur pakaiannya, ada yang melongo menanti syafa’at sarapan pagi dari sang penderma. Kalo nggak ada yang beliin sarapan juga biasanya jalan terakhir nungguin tukang mie ayam yang bisa diutangin dan banyak pula porsinya. Heee… ritual mahasiswa perantoan bangeett gitu looh..

Tak lama kemudian tukang soto ayam datang tapi nggak ada yang ngerespon, akhirnya lanjut lagi ngobrolnya. Beberapa teman-teman yang lain ada yang baru bangun dan ada juga yang baru datang dari kosannya. Eh, ternyata si tukang soto ayam balik lagi malah ngetok kayunya ampe kenceng banget, weh nantangin kayaknya neh. “Kudu ada yang mulain”, kata si ketum. Walhasil teman-teman satu persatu memesan soto ayam. Sementara teman-teman sarapan, saya diantar Jaja (adeknya sobat saya) ke Indomaret untuk memesan tiket kereta api keberangatan esok pagi hari (Senin, 26/05/13). Alhamdulillah masih kebagian tiket ekonomi AC Bogowonto tujuan Stasiun Tugu-Jatinegara. Saya dan Jaja langsung kembali ke sekret. Saat melintasi rel kereta api saya melihat korban kecelakaan yang masih ditutup daun pisang, kakinya terpisah jauh dengan badannya, ngeri deh ngeliatnya. Menurut warga si korban sehabis makan burjo jalan di lintasan kereta api sambil memegang Hp (SMS-an) lalu kereta dari arah belakang menabraknya. Pola pikir saya mengatakan nggak mungkin kalo nggak ada masalah tuh orang masa nggak denger suara palang pintu kereta. Ternyata berita di situs online pun langsung mewartakan bahwa si korban kemungkinan depresi karena tersangkut hutang, beritanya ada disini dan disana.

Selesai sarapan bang Odi (ketum) meluncur ke ownernya tenda dan panggung yang disewa sedangkan teman-teman yang lain kembali mempersiapkan panggung. Tak terlihat wajah kecewa, capek, lemas, dan sebagainya, yang ada hanya aura semangat dari mereka meskipun semalam puncak acara panggung miladnya batal karena tertimpa hujan dan rencananya akan dilaksanakan malam ini. Sekitar jam 9 teman-teman yang cewek juga mulai berdatangan dan langsung membereskan halaman serta ruang tamu sekret yang masih berantakan. Mantep deh IKAMASER’s (sebutan bagi para anggota IKAMASI). Persiapan terus berlanjut dilaksanakan oleh panitia, ada yang pasang lighting, ceck sound, design ulang backdrop, nyiangin kacang kulit buat direbus, dan lain-lain sampai waktu zhuhur. Menjelang zhuhur saya pamit sejenak untuk mengantar adek (si bontot) jalan-jalan sekitar Jogja (ceritone iso diwoco nengkono dab– ceritanya bisa dibaca disana men..). Selesai mubeng-mubeng (muter-muter) kita balik menuju ke sekret, terlihat teman-teman masih semangat mempersiapkan panggung. Luar biasa… salah seorang panitia pun mengabarkan kepada saya kalau backdropnya nggak keburu bikin manual dan nyari cetak banner pun nggak ada yang buka karena hari Minggu, dan akhirnya hanya memasang bendera IKAMASI saja di backdrop. Saya pun menjawab, “no problemo…”, lanjut aja.

persiapan panggung kembali

persiapan panggung kembali

Oya, untuk cuaca sejak pagi tadi sampai siang memang panas, teman-teman pun berharap nanti malam tidak lagi turun hujan. Namun seorang panitia bilang, “biasanya kalo abis panas penter (read: terang) gini ntar malemnya tinggal diguyur ujan, tapi mudah-mudahan ntar malem kagak”. Yah, itu sih pokoknya kehendak Yang Kuasa yang penting kita siapin aja dulu berikut plan B dan antisipasinya jika hujan lagi, kata saya masih dengan nada menyemangati. Menjelang maghrib saya mengantar si bontot kembali ke asrama, sebelumnya kita nyari martabak dulu. Saya ajaklah si bontot beli martabak langganan saya dulu di dekat Dongkelan, tadinya mau saya ajak beli martabak Mesir yang ada di jalan Magelang dekat TVRI Jogja tapi takut nggak keburu dan telat masuk asrama. Sekembalinya si bontot masuk ke asrama sambil kita saling menitipkan doa untuk pribadi dan keluarga saya langsung balik menuju sekret. Di tengah perjalanan gerimis mengundang (kayak judul lagu Slam). Sambil mengendarai motor pun saya terus berdoa agar hujan jangan turun nanti malam agar teman-teman tidak down.

Setibanya di sekret semua perlengkapan di panggung langsung ditutup terpal besar untuk mengantisipasi kalau hujan turun agar tidak basah. Sampai maghrib tiba hujan tetap turun, teman-teman masih terlihat optimismenya bahwa hujan ini hanya sebentar. Di tengah harap-harap cemas menanti hujan berhenti, salah seorang alumni yang dulu jadi staff saya di bidang TIK bang Yasir berinisiatif mengumpulkan teman-teman untuk menyemangati dan ber-husnuzzhon. Dengan gayanya yang khas dan santai namun pasti Yasir menyampaikan prolog bahwa kita semua tidak bisa menangkal hujan, saya juga bukan pawang hujan, katanya sambil tersenyum. Kita bisa saja memaksakan kehendak tapi jangan sampai memaksa Allah hingga menyebabkan kita su’ul adab (adab yang buruk). Amazing, kata-katanya menyihir saya dan teman-teman untuk tetap positive thinking. Yasir yang notabene alumni tarbiyah UII kini menjadi salah satu pengasuh pondok pesantren di Bantul. Lalu kita pun diajak berdoa bersama dengan tulus ikhlas kepada Allah agar diberikan yang terbaik untuk acara ini. Dimulai dengan tawasulan hingga membacakan surat Al-Fatihah kita berdoa memohon kepada-Nya. Selesai berdoa adzan isya pun tiba, segera teman-teman yang sholat berjamaah berangkat ke masjid.

Alhamdulillah, subhanallah ternyata doa kami diijabah. Sesaat setelah isya meski sempat hampir deras hujannya perlahan reda sampai akhirnya tak turun hujan hingga acara berlangsung dengan lancar. Langsung panitia dengan cepat mempersiapkan panggung dan mengkondisikan para tamu undangan serta adik-adik santriwan/santriwati TPA yang akan tampil memeriahkan panggung milad ini. Nampak perwakilan ketua RT juga sudah hadir di depan panggung. Semua disibukkan dengan masing-masing jobdesnya, sangat responsif teman-teman panitia, tidak saling mengandalkan tugasnya saja melainkan turut andil di semua lini jika ada kekurangan tenaga. Sekitar pukul 8 lewat acara dibuka oleh MC yang berpakaian ala abang none gitu. Setelah dibuka kemudian dilanjutkan dengan pembacaan kalam Ilahi oleh Nur Ali serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne IKAMASI yang baru saja diciptakan beberapa bulan belakangan. Para tamu undangan dari orda lain sudah mulai berdatangan juga, acara lanjut sambutan-sambutan. Dimulai dari ketua panitia, ketum IKAMASI, terus saya kebagian lagi mewakili alumni dan terakhir perwakilan pengurus RT yang kebetulan bagian pemuda dan olahraga.

lirik hymne IKAMASI

lirik hymne IKAMASI

Dalam sambutan saya hanya menitipkan pesan dan beberapa harapan kepada IKAMASI yang sudah meranjak usia remaja ini. Khususnya kepada warga komplek karena sejatinya sekret IKAMASI berada di komplek. Untuk itu teruslah bersinergi antara IKAMASI dengan RT dan warga sekitar untuk berperan aktif dalam setiap kegiatan, seperti dulu kalau pas acara 17 Agustus kita selalu terlibat sampai dengan kerja bakti bulanan. Kami juga menitipkan teman-teman IKAMASI untuk terus dibimbing oleh pak RT dan warga dalam konteks kapasitasnya sebagai mahasiswa yang tugas utamanya menuntut ilmu. Maka saya sering mengingatkan untuk berorganisasi tapi jangan melalaikan tugas utama kita. Kalau pengurus RT dalam sambutannya berharap tidak ada lagi yang kuliah lebih dari 5 tahun, teman-teman pun menyambutnya dengan senyum tawa dan tepukan tangan. Mudah-mudahan studinya semua lancar dan diberkahi Allah, amiin…

sambutan

Setelah sambutan selesai kita pun (saya, ketum, dan pengurus RT) diminta untuk memotong kue ulang tahun secara simbolis. Milad kali ini agak modern karena pake kue ulang tahun, sebelumnya kita selalu pake tumpeng.hee.. seketika juga kue itu langsung bures (read: habis) diterjang tangan-tangan IKAMASER’s. Acara lanjut ke penampilan-penampilan, diantaranya dari para santri TPA Masjid Baiturrahman asuhan bang Imam Syafei (pengurus IKAMASI yang jadi takmir di masjid tersebut). Mereka menampilkan tarian-tarian yang kreatif, ada juga pembacaan puisi dari bang Yasir yang salah satu puisinya berjudul “Kampungku” mengingatkan saya akan puisinya Gus Mus (KH. Musthofa Bisri) tentang “Negeriku”. Sungguh karya-karya yang luar biasa. Selesai penampilan acara dilanjut dengan pembagian hadiah lomba. Ada dua kategori lomba yang diadakan, internal untuk IKAMASER’s yaitu lomba tenis meja, PS (Play Station), makan kerupuk. Adapun eksternal lomba untuk anak-anak sekitar komplek diantaranya lomba mewarnai, masukan paku ke botol, makan kerupuk. Kebetulan saya kembali diminta untuk membagikan hadiah kepada pemenang. Sukses buat pemenang semoga bermanfaat.

penampilan

Selesai acara seremonial maka puncak acara panggung milad pun digelar yaitu apresiasi seni budaya dengan mempersembahkan penampilan lenong (topeng) Betawi. Saya teringat pertama kali inisiatif bikin pementasan lenong itu saat milad VII tahun 2009 di penghujung masa kepengurusan saya. Disitu kita menampilkan lenong dan alhamdulillah hasilnya maksimal, untuk rekamannya bisa dilihat di youtube sana. Lenong kali ini juga nggak kalah seru, semuanya kreatif dan punya bakat terpendam dalam hal seni budaya. Nggak kalah gokil sama bolot, malih dan mpok nori deh.hee.. saya beberapa kali tertawa terbahak-bahak melihat tingkah polah para pemain lenong IKAMASI sampai akhirnya selesai dipentaskan. Terakhir bang Soang menampilkan monolog. Alhamdulillah acara berjalan lancar semua tanpa terhalang hujan. Nampak teman-teman panitia pun tersenyum puas sambil ramah tamah dengan para tamu yang hendak pamit pulang. Sekitar pukul 12 malam acara ditutup dan langsung evaluasi dari panitia bersama pengurus. Semua terkondisikan dengan baik meskipun masih ada beberapa kekurangan. Saya yang lagi-lagi diminta pendapat hanya mengatakan kepada teman-teman sambil mengutip firman Allah di surah Al-Insyirah (Alam Nasyroh) ayat 7-8 yang berbunyi “fa idzaa faroghta fanshob, wa ilaa Robbika farghob”. Inti ayat tersebut: maka apabila telah selesai urusan yang satu hendaklah kita langsung persiapkan (fokus) kepada urusan selanjutnya, dan hanya kepada Robb kita serahkan hasil dari segala harapan. Kali ini teman-teman telah selesai menggelar milad maka selanjutnya bersiap-siap fokus kepada program kegiatan selanjutnya, atau fokus dulu ke persiapan UAS di kampus masing-masing.

lenong betawi

lenong betawi

Briefing evaluasi pun selesai dan ditutup dengan makan bareng yang kebetulan dibawa oleh Jaja dari tempat saudaranya yang sedang nikahan. Rezeki emang selalu datang dari mana saja, teman-teman pun nampak sumringah menyantap makan bersama-sama, ada yang sepiring berdua, bertiga, bahkan berempat.hee… saya pun langsung pamit ke teman-teman untuk pulang ke tempat Achoy karena sejak kemarin tiba di Jogja saya belum menginap disana, nggak enak juga. Maka saya menginap malam ini di tempat Achoy dan besok pagi berangkat langsung diantar Achoy ke stasiun tugu Yogyakarta. Meski banyak teman-teman yang menawari untuk mengantar ke stasiun besok pagi tapi saya bilang nggak usah, biar teman-teman bisa istirahat. Saya juga mohon maaf belum bisa membantu yang lebih banyak kepada teman-teman dan terima kasih atas kerjasamanya. Sukses terus IKAMASI. Solid di Perantoan Berkarya Demi Bekasi.

The end

Stasiun Tugu, 27/05/13, sambil nunggu kereta berangkat.

Wajah-wajah IKAMASer's

Wajah-wajah IKAMASer’s

Advertisements

1 Comment

  1. Kelli says:

    > I had a couple of responses, but, decided they did not need to be released once I read your sigahture.Ahahahaaaaan…Yeah. Right.Don't bother to reply. You are quite correct that we can easily guess the validity of the content already when you try that kind of tapdance….It would be more of the same as that of your initial whining:"I'm a thief, and I don't care because I can get away with it since I have lots and lots of friends who get a cut, too!!!"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: