بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى

Beranda » Hikmah » 7 Golongan Berada Dalam Naungan Allah Di Hari Akhir

7 Golongan Berada Dalam Naungan Allah Di Hari Akhir

Menulislah dan rasakan berkahnya

bhayusulis.guru-indonesia.net

Blog GeSchool

Alangkah bahagianya saat berada dalam kesulitan ada yang membantu kita untuk keluar dari kesulitan atau masalah yang membelenggu. Betapa nikmat kita rasakan terlepas dari kungkungan problem yang selalu mendera. Namun itu baru di dunia, betapa dunia yang penuh problematika ini ternyata mampu kita atasi mungkin dengan mudah tapi tidak di akhirat. Kelak setelah kehidupan dunia akan dihadapkan juga banyak problem sesuai janji Allah bagi orang-orang yang lalai, tak menjalankan perintahNya dan tak mengindahkan laranganNya.

Problematika yang Allah berikan di hari akhir lebih dahsyat daripada kesulitan di dunia. Bahkan yang membuat lebih dahsyat lagi tidak ada satu pun yang bisa menolong, tidak ada yang bisa memberikan solusi karena solusinya hanya pada amal perbuatan kita saat di dunia. Setelah kita dihadapkan pada beberapa pertanyaan seputar pertanggung jawaban kita di dunia maka tibalah saatnya manusia sibuk dengan hasil yang diperolehnya. Bagi yang berat timbangan amal baiknya maka dia sibuk dengan ganjarannya yang penuh kenikmatan, bagi yang berat amalan buruknya mereka sibuk dengan kepedihan yang dideritanya.

Allah Maha Pemurah dan Pengasih selalu memberikan keluasan kasih sayangnya, bukan hanya di dunia, di akhirat pun Dia masih bisa memberikan kuasaNya bagi hamba-hamba yang Dia kehendaki. Bahkan ada 7 golongan di hari akhirat nanti yang akan mendapat pertolongan Allah, berada dalam naunganNya, bukan pertolongan orang lain, sahabat, keluarga, bahkan orang tua, karena semua orang sibuk dengan urusannya (menyelamatkan diri) sendiri. Sebagaimana dalam Al-Qur’an disebutkan dalam surah ‘Abasa ayat 33-37 bahwa ketika datang tiupan sangkakala tibalah hari dimana semua manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya, setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Oleh karenanya kita bisa terhindar dari siksa dengan berada dalam naungan Allah, namun prosesnya adalah merupakan perangai kita di dunia. Siapakah ketujuh golongan yang dijanjikan Allah tersebut?. Ketujuh golongan itu disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ” سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله ، إمام عادل وشاب نشأ في عبادة الله ، ورجل قلبه معلق بالمساجد ، ورجلان تحابا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه ، ورجل دعته امرأة ذات منصب وجمال فقال إني أخاف الله . ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه ، ورجل ذكر الله خالياً ففاضت عيناه ” )متفق عليه(

Artinya: Dari Abi Hurairah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: Tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah Ta’ala pada hari yang tidak ada naungan kecuali naunganNya, yaitu: [1] Imam yang adil, [2] pemuda yang tumbuh dalam beribadah kepada Allah, [3] seorang lelaki yang hatinya selalu terpaut dengan mesjid, [4] dua orang lelaki yang saling mencintai karena Allah dan berpisah karena Allah, [5] seorang lelaki yang dipanggil untuk berbuat mesum oleh seorang wanita yang memiliki kekuasaan dan kecantikan dan dia berkata saya takut kepada Allah, [6] seorang lelaki yang bersedekah dengan sebuah sedekah kemudian dia merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah dishedekahkan oleh tangan kanannya, [7] dan seorang laki-laki yang menyendiri dalam zikir kepada Allah, lalu air matanya berlinang. (HR. Bukhari: no: 1432 dan Muslim no: 1031)

Bila kita cermati satu per satu golongan tersebut mengapa bisa Allah janjikan mendapat naungan Allah maka bisa kita tarik kesimpulan bahwa tiap golongan tersebut mengandung suatu perbuatan yang membutuhkan usaha yang sungguh-sungguh atau berat untuk menjalaninya bagi sebagian orang. Dalam arti lain perbuatan tersebut bersifat positif yang pasti banyak godaan dan cobaan yang akan menerpa.

Maka nabi sebut yang pertama itu pemimpin yang adil. Mungkin kita semua akan mencapai konsensus yang pasti bahwa dalam konteks saat ini dimana banyak pemimpin yang tergoda, tergiur, dan tak kuat menahan hawa nafsu duniawiyah sehingga terjebak pada sikap pemimpin yang semena-mena, korup, dan sebagainya maka golongan pertama ini menjadi sangat relevan. Pemimpin yang adil Allah janjikan surga, sebagaimana dalam hadits lain disebutkan: Dari Abi Hurairah ra bahwa Nabi saw bersabda: Sesungguhnya orang-orang yang berbuat adil di sisi Allah (balasan) adalah mereka berada di atas mimbar dari cahaya di sisi kanan Allah yang Maha Al-Rahman dan kedua tanganNya adalah kanan, yaitu orang-orang yang berlaku adil di dalam menghukumi dan adil terhadap keluarga mereka serta adil terhadap apa yang menjadi tanggung  jawab mereka“. Namun juga sebaliknya, bila kepemimpinan itu tersia-siakan maka Allah akan membalasnya. Demikian keterangan yang terdapat dalam kitab Shahih Bukhari dan juga dalam Shahih Muslim hadist dari Ma’qil bin Yasar ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:  Tidaklah seorang hamba diberikan oleh Allah untuk mengurusi perkara rakyat kemudian dia mati dalam keadaan menipu rakyatnya  kecuali Allah akan mengharamkan surga atas dirinya“.

Golongan lainnya pun tak kalah beratnya untuk menghindari godaan dan tidak sedikit faktor eksternal dan internal diri hinggap sebagai penghalang untuk melaksanakan syaratnya. Seperti anak muda yang tekun beribadah, laki-laki yang senantiasa terpaut hatinya untuk ke masjid, dan mencintai karena Allah. Mengapa anak muda?, karena umumnya anak muda masih senang menghabiskan waktunya untuk hura-hura daripada melangkahkan kaki ke masjid, meramaikan masjid, serta beribadah kepada Allah.

Seorang lelaki yang diajak oleh seorang wanita untuk berbuat mesum dengan dirinya, dia bukanlah wanita biasa, namun dia adalah wanita yang memiliki kedudukan dan jabatan yang tinggi, dan Allah memberinya kecantikan yang membuat dorongan fitnah semakin besar, dan ketertarikan hati semakin kuat, kemudian lelaki itu berkata إِنِّي أَخافُ اللهَ  “sungguh aku takut kepada Allah” juga menjadi golongan yang dinaungi Allah. Begitu juga sebaliknya, jika terjadi pada diri seorang perempuan hal serupa dan dia berani menolaknya, sungguh Allah mengamankan dirinya di hari kamat. Ini pun bukan perkara yang mudah untuk menghindari godaan syahwat manusia yang relatif besar ketika menjumpai sesuatu yang menarik perhatian dirinya. Hal tersebut juga menjadi peringatan yang harus selalu kita berikan kepada anak-anak kita agar terhindar dari perbuatan zina.

Golongan selanjutnya lelaki yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diberikan tangan kanannya. Itulah yang dimaksud dengan ikhlas. Mengerjakan sesuatu tanpa ada embel-embelnya. Memurnikan hati semurni-murninya sehingga tak terkontaminasi dengan sifat-sifat riya, ujub, takabbur, dan pamer. Megenai keikhlasan Imam Ibnu Rusyd berkata: bahwa sesuatu yang dilakukan karena Allah maka akan sangat sempurna dan barang siapa melakukan sesuatu karena yang lain maka akan binasa. Artinya binasa adalah sia-sia amalnya. Kemudian yang terakhir adalah golongan lelaki yang hatinya selalu ingat kepada Allah dan mengagungkan-Nya. Senantiasa berdzikir saat sendiri, merenungkan keagungan dan kebesaran-Nya, sehingga air matanya berlinang karena rindu kepada Allah. Allah mengapresiasi orang seperti ini dalam firman-Nya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”.

Semoga kita semua termasuk diantara salah satu dari 7 golongan tersebut sehingga kita dapat merasakan naungan Allah SWT pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan dariNya. Amiin yaa Robbal ‘Alamiin.. Wallahu a’lam bisshowaab…

[Disampaikan saat khutbah Jum’at di Masjid Jami’ Baitul Husna Harapan Indah Kota Bekasi]

~ Ajaklah dengan hikmah dan nasehat ~ {Abu Abbad}


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: