بِقَدْرِ الْكَدِّ تُكْتَسَبُ الْمَعَالِى

Beranda » Edukasiana » PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI ICT BASED APPROACH

PENGEMBANGAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR MELALUI ICT BASED APPROACH

Menulislah dan rasakan berkahnya

bhayusulis.guru-indonesia.net

Blog GeSchool


Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) merupakan inti dari proses pendidikan secara universal (keseluruhan), sedangkan guru merupakan komponen sebagai pemegang peranan fasilitator dan mediator. Banyak pandangan dan konsep dari para pemikir, pakar, praktisi pendidikan yang menguraikan tentang teori belajar mengajar. KBM merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dengan murid itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya KBM.

KBM mempunyai makna, pengertian dan cakupan yang luas. Dalam KBM tersirat adanya satu kesatuan (agregasi) kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang. Salah satu instrumen untuk menjadikan KBM menjadi efektif dan efisien bahkan lebih komunikatif adalah berkaitan dengan media, yaitu bagaimana guru dan murid secara kooperatif (kerja sama) memanfaatkan media pembelajaran itu sendiri.

Media pembelajaran sebagai penunjang KBM sangat penting untuk dimanfaatkan oleh guru dan murid sebagai pelaksana KBM di sekolah. KBM yang lebih intens menggunakan media pembelajaran dengan baik akan menghadirkan suasana belajar yang tidak membosankan, sehingga siswa merasakan adanya manfaat dari media pembelajaran yang digunakan.

Problem dari pemanfaatan media pembelajaran itu sendiri seringkali muncul dari pihak pengajar (baca; guru). Media pembelajaran yang ada di sekolah jarang dimanfaatkan secara komprehensif. Misalkan, media pembelajaran yang berasal dari kategori tekhnologi-elektronik (audio, visual, audio-visual, laboratorium) jarang sekali dimanfaatkan untuk KBM. Karena sebagaimana kita pahami bahwa media pembelajaran mencakup sarana (tempat, ruang, dsb), media masa dan alat-alat yang digunakan untuk menyampaikan materi, khususnya media elektronik (seperti OHP, LCD, alat peraga, dsb).

Seringkali guru tidak memanfaatkan atau menggunakan media yang sudah ada. Sehingga media yang ada hanya menjadi pajangan atau penghias ruangan sekolah. Laboratorium misalkan, apabila tidak ditunjang dengan SDM yang expert (ahli) di bidang tertentu tidak akan dapat berjalan. Begitu juga sebaliknya, ketika SDM yang expert dan mapan sudah ada tetapi tidak difasilitasi dengan media pembelajaran yang mendukung, tentunya KBM pun akan berjalan monoton seperti biasanya.

Pemanfaatan media pembelajaran di sekolah sangat perlu untuk diperhatikan dan dijadikan sebagai instrumen dalam tugas mengajar, dan tentunya guru sangat perlu menguasai media pendidikan. Seperti contoh, pemanfaatan media pembelajaran Agama Islam (PAI) sudah harus berorientasi kepada ICT based, sehingga dalam mengajar agama peserta didik tidak hanya diberikan teori saja, melainkan harus ada sarana atau media yang digunakan untuk praktek, seperti Al-Qur’an digital, video memandikan jenazah, praktek ibadah haji, studi hadits melalui software, dan sebagainya. Karena media pembelajaran merupakan alat dan sarana komunikasi untuk lebih mengefektifkan KBM. Dengan demikian media pembelajaran merupakan dasar yang sangat diperlukan yang bersifat melengkapi dan merupakan bagian integral demi berhasilnya proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Di samping itu juga, guru tidak cukup dengan hanya memiliki pengetahuan tentang media pembelajaran saja, tetapi juga harus memiliki keterampilan memilih dan menggunakan serta mengusahakan pemanfaatan media itu dengan baik. Untuk itu, dalam rangka pengoptimalan pemanfaatan media pembelajaran di sekolah, guru perlu juga diberdayakan dalam latihan-latihan praktik secara kontinu dan sistematis, seperti training-training yang mengarahkan kepada pemanfaatan media tersebut, disamping juga usaha filterisasi dari arus negatif media teknologi harus tetap terkontrol.

Memilih dan menggunakan media dalam rangka pemanfaatan media pembelajaran harus sesuai dengan tujuan, materi, metode, evaluasi, dan kemampuan guru serta minat dan kemampuan siswa. Hal ini perlu ditingkatkan guna memanfaatkan media pembelajaran di sekolah, agar guru memiliki sikap yang familier terhadap media pembelajaran dalam. Selain media pembelajaran yang berupa elektronik, guru juga harus mampu mengusahakan sumber belajar atau media pembelajaran non elektronik seperti media masa yang berguna serta dapat menunjang pencapaian tujuan dan proses belajar mengajar. Sebagai fasilitator guru harus memfasilitasi peserta didik melalui pemanfaatan media pembelajaran, diantaranya seperti buku teks atau referensi, majalah, surat kabar, ataupun situs internet.

Sebagaimana telah banyak dikemukakan di atas, perkembangan baru terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peranan dan kompetensinya dalam pemanfaatan media pembelajaran. Karena KBM dan hasil belajar siswa sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru dalam melaksanakan KBM. Guru yang kompeten dan memanfaatkan media pembelajaran secara efektif dan efisien akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif pula, dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar siswa berada pada tingkat optimal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: